Senin, 07 Desember 2020

HEMATOLOGI II (FIBRINOLISIS DAN ANTIFIBRINOLITIK)

 

A.Fibrinolisis

Fibrinolisis merupakan proses degradasi dari bekuan bekuan fibrin secara enzimatis. Yang memegang peranan pada system fibrinolysis adalah system plasminogen-plasmin. Fibrinolysis adalah proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibrinolitik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. System fibrinolysis terdiri dari 3 komponen, yaitu :

1.   Plasminogen bentuk proenzim yang akan diaktifkan menjadi plasmin, aktifator plasminogen dan inhibitor plasmin.

2.  Aktifator plasminogen substansi yang dapat mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin.

3.  Inhibitor plasmin substansi yang dapat menetralkan plasmin, mengontrol aktivitas plasmin.

Dalam mekanisme hemostatis terdapat keseimbangan dengan proses fibrinolysis. Proses fibrinolysis diperankan oleh plasmin. Protein dalam plasma darah mengandung euglobulin yang disebut plasminogen atau profibrinolisin. Plasminogen akan teraktifasi menjadi plasmin atau fibrinolisin. Plasmin merupakan enzim proteolitik yang menyerupai tripsin, enzim proteolitik pada system pencernaan protein. Plasmin akan melisiskan serat-serat fibrin dan beberapa protein koagulan lainnya seperti  fibrinogen,faktor VIII, prothrombin, dan faktor XII. Maka ketika terbentuk plasmin, dapat menyebabkan lisisnya bekuan darah.

Proses aktivasi plasminogen menjadi plasmin di perankan oleh aktifator plasminogen jaringan atau tissue plasminogen activator (tPA) yang disekresi oleh jaringan yang terluka dan sel endotel pembuluh darah. Ketika bekuan darah terbentuk, sejumlah besar plasminogen terperangkap dalam bekuan darah bersamaan dengan protein plasma lainnya.. hal ini tidak akan menyebabkan lisisnya bekuan darah hingga teraktivasinya plasminogen menjadi plasmin. Jaringan yang terluka dan endotel pembuluh darah sangat lambat melepaskan tPA. Beberapa hari kemudian, setelah berhentinya pendarahan akibat terbentuknya bekuan darah, tPA selanjutnya mengaktifkan plasminogen  menjadi plasmin, yang akan menghilangkan bekuan darah yang tidak diperlukan, bahkan banyak pembuluh darah kecil dimana aliran darahny telah diblokir.

Fibrinolysis adalah mekanisme fisiologis yang bekerja secara konstan dengan system pembekuan darah untuk menjamin lancarnya aliran darah ke organ perifer atau jaringan tubuh. Fungsi mekanisme fibrinolysis :

·      Pembatasan pembentukan fibrin di daerah luka

·      Penghancuran fibrin didalam sumbat hemostatis

Faktor yang dapat mempengaruhi fibrinolisis yaitu :

1. Usia

Proses fibrinolisis pada anak dan dewasa lebih cepat daripada orangtua. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis, penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuandarah.

2. Merokok

Merokok dapat menaikkan fibrinogen darah, menambah agregrasi trombosit, menaikkan hematokrit dan viskositas darah .

3. Aktivitas fisik

Latihan fisik memacu aktivitas fibrinolisis darah. Darah akan mengalami hiperkoagulasi (lebih encer) setelah seseorang mengadakan aktivitas fisik. Ini disebabkan meningkatnya aktivitas 2 faktor yang dapat membuat darah lebih encer yaitu : koagulan faktor VIII dan APTT (Activated Partial Prothrombin Time). Untuk memacu hiperkoagulasi, faktor VIII harus meningkat banyak, sedangkan APTT harus mengalami pemendekan.

OBAT FIBRINOLITIK

Fibrinolitik bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen untuk membentuk plasmin, yang lebih lanjut mendegradasi fibrin dan dengan demikian menyebabkan pecahnya thrombus. Fibrinolysis adalah proses pengahncuran deposit fibrin oleh system fibrinolitik sehingga aliran darah akan terbuka kembali.

Obat fibrinolitik adalah obat-obat yang membantu melarutkan bekuan darah yang telah terbentuk. Ada tiga kelas utama obat fibrinolitik, yaitu : activator plasminogen jaringan (tPA), streptokinase (SK) dan Urokinase (UK).

1. Activator plasminogen jaringan (tPA)

Mekanisme kerja :

tPA menghancurkan gumpalan darah dengan cara terikat ke fibrin di permukaan gumpalan darah, sehingga mengaktivasi plasminogen yang terikat ke fibrin. Plasmin dilepaskan dari plasminogen yang terikat fibrin, kemudian molekul fibrin dihancurkan oleh plasmin, maka gumpalan akan terlarut. Obat ini digunakan pada infark miokardial akut, stroke thrombotic serebrovaskular dan embolisme pulmoner.


Farmakokinetik

Masa paruh tPA : kurang lebih 5-10 menit

Metabolisme : dihati dan kadar plasma bervariasi karena aliran darah ke hati yang bervariasi.

Contoh obat :

Alteplase


Alteplase adalah golongan obat trombolitik, yaitu golongan activator plasminogen jaringan (tPA).

Farmakokinetik

Absorbsi: thrombolysis efek pada infark arteri coroner biasanya terjadi <1 jam setelah mulai terapi. Lysis dari embolit pulmonal biasanya terjadi antara 2-6jam setelah mulai terapi.

Metabolisme

Pembersihan alteplase umunya dilakukan oleh hati yang kemudian melepaskan produk degradasi ke dalam darah.

Eliminasi

Dieksresikan melalui urin

Waktu paro

Pasien dengan MI akut : rata-rata 3,6-4,6 menit untuk fase distribusi awal, fase eliminasi rata-rata 39-53 menit. Pasien dengan penyakit thrombo-oklusif : rata-rata 4,4 dan 26,5 menit

Dosis :

Alteplase diberikan secara infus IV sejumlah 60 mg selama jam pertama dan selanjutnya 40 mg diberikan dengan kecepatan 20 mg/jam.

2. Streptokinase 

Streptokinase adalah obat yang digunakan untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah. Streptokinase mengandung enzim yang dapat memecah gumpalan darah dan diberikan kepada pasien yang mengalami serangan jantung. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gumpalan darah di paru (emboli paru) dan tungkai (deep vein thrombosis).

Mekansime kerja :

Streptokinase mengaktivasi plasminogen dengan cara tidak langsung yaitu denngan bergabung terlebih dahulu dengan plasminogen untuk membentuk kompleks activator. Selanjutnya kompleks activator tersebut mengkatalisis perubahan plasminogen bebas menjadi plasmin.

Farmakologi

Streptokinase merupakan pengaktif plasminogen. Streptokinase sebenarnya bukan enzim, melainkan glikoprotein dengan berat molekul 45.000–50.000 Dalton. Glikoprotein ini dihasilkan oleh streptokokus grup β-hemolitik Lancefield grup C. Streptokinase pertama kali ditemukan pada tahun 1874. Kemudian, zat tersebut mulai digunakan sebagai trombolitik pada tahun 1987, setelah dilakukan penelitian besar dengan subjek 11.712 pasien infark miokard akut.

Farmakodinamik

Streptokinase akan bergabung dengan plasminogen dan membentuk kompleks enzim. Kompleks enzim tersebut akan memecahkan ikatan antara asam amino valin dan arginin pada plasminogen lainnya (bukan plasminogen yang terlibat dalam pembentukan kompleks enzim). Akibatnya, plasminogen berubah menjadi bentuk aktifnya, yaitu plasmin. Selanjutnya, plasmin akan mendegradasi fibrin-fibrin pada trombus sehingga sumbatan/clot darah dapat terurai.

Farmakokinetik

Waktu paruh : 20-82 menit

Eliminasi : pada system retikuloendotelial

Dosis :

Diberikan secara intravena 1,5 juta IU pada infark miokard, pada thrombosis vena akut, emboli paru atau emboli diberikan 250.000 IU loading dose selama 30 menit diikuti 100.000 IU/jam (diberikan selama 24 jam).

3. Urokinase

Mekanisme kerja :

Urokinase diisolasi dari urin manusia. Urokinase bekerja secara langsung dengan mengaktifkan plasminogen. Urokinase digunakan untuk emboli paru dan tromboemboli pada arteri dan vena.

 Farmakodinamik

Urokinase mengacu pada zat enzim dengan protease serum serin aktif (serin sebagai asam amino). Urokinase memiliki banyak kesamaan dengan plasminogen dan mengubahnya menjadi plasmin dengan hidrolisis ligamen arginin-valin. Trombi fibrinous dapat larut di bawah pengaruh sifat trombolitik protease plasmin.

Keadaan aktif plasma yang diinduksi oleh Urokinase meningkatkan penurunan dosis tergantung jumlah plasminogen dan fibrinogen, dan juga meningkatkan kandungan produk hidrolisis fibrin dan fibrinogen. Produk hidrolisis mempengaruhi pengurangan pembekuan darah dan meningkatkan efek heparin. Sifat seperti itu muncul sepanjang hari setelah administrasi Urokinase.Transformasi plasminogen yang diinduksi ke plasmin dapat dihambat oleh asam epsilon-aminokaproat, traneksamik dan aminobenzoat. Penghambat ini tidak memberikan efek potentiating pada sifat anti-koagulasi fibrin dan fibrinogen dalam sirkulasi.

Farmakokinetik

Urokinase disuntikkan ke arteri atau masuk ke pembuluh darah dengan suntikan atau infus.

Absorbsi : memiliki waktu paruh yang singkat yaitu 20 menit, tetapi bertahan sampai 82 menit.

Metabolisme : waktu paruh 10-20 menit

Eliminasi : pada urin dan empedu

Interaksi obat : heparin, antikoagulan oral, aspirin, antiplatelet, sefalosforin, NSAID.

Dosis :

Dosis dianjurkan adalah dosis muat 1000-4500 IU/kgBB secara IV dilanjutkan dengan infus IV 4400 IU/kgBB/jam.

 

B. Antifibrinolitik 

Antifibrinolitik obat yang digunakan sebagai terapi yang dapat mencegah resiko re-bleeding. Antifibrinolitik bekerja menghambat sitem fibrinolitik yang merupakan proses berkebalikan dari koagulasi atau pembekuan darah.

Asam traneksamat

Farmakodinamik

Asam traneksamat adalah obat golongan anti brinolitik yang bekerja dengan proses pembekuan darah. Asam traneksamat merupakan derivate asam amino lisin yang bekerja menghambat proses fibrinolysis. Asam amino lisin yang bekerja menghambat proses fibrinolysis. Asam amin lisis mempunyai afinitas tinggi akan menempel pada reseptor plasminogen, sehingga plasmin tidak dapat diaktifkan. Akibatnya proses degradasi fibrin dan faktor pembekuan lainnya oleh plasmin tidak terjadi.

Ketika terjadi pendarahan, faktor pembekuan akan teraktivasi dan platelet akan berkumpul membentuk bekuan darahh. Aktivasi faktor pembekuan darah dimulai dari platelet dihancurkan dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase akan mengaktifkan thrombin dan thrombin mengaktifkan fibrinogen menjadi fibrin. Benang-benang fibrin akan memperkuat bekuan darah.

Farmakokinetik

Absorbsi :

Injeksi asam traneksamat diabsorbsi secara cepat diplasma darah. Sedangkan asam traneksamat oral diabsorbsi di system gastrointestinal hanya sebesar 50% dan akan masuk peredaran darah. Onset asam traneksamat untuk bekerja mencapai puncaknya adalah sekitar 1-5 jam.

Distribusi :

Jumlah asam traneksamat yang berikatan dengan protein harus mencapai minimal 3% supaya dapat memberikan efekk terapeutik, sedangkan asam traneksamat dapat berikatan penuh dengan plasminogen. Asam traneksamat dapat menembus ke sawar darah plasenta. Selain itu, juga dapat berdifusi ke membrane synovial dan cairan sendi dengan konsentrasi yang sama dengan di plasma. Sebagian kecil asam traneksamat ditemukan di air susu ibu dengan konsentrasi seperatus dari tiotal, menembus sawar darah otak dan ditemukan di cairan serebrospinal.

Metabolisme :

Hanya sebagian kecil asam traneksamat yang mengalami metabolism. Total hanya 5% sisa metabolism yang ditemukan di urin selama 72 jam.

Eliminasi :

Eliminasi asam traneksamat terjadi diginjal tepatnya melalui filtrasi di glomerulus. Sebanyak 40% dari dosis oral dan 95% dari dosis intravena akan dikeluarkan melalui urin dalam waktu 24 jam. Klirens ginjal sama dengan klirens plasma, yaitu 110-116 ml/menit. Waktu paruh asam traneksamat adalah sekitar 2-11 jam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Doda, D. V. D., H.Polii. S. R. Marunduh dan I. M. Sapulete. 2020. Fisiologi Sistem Hematologi. Deepublish, Yogyakarta.

Firani, N. K. 2018. Mengenali Sel-sel Darah dan Kelainan Darah.UB Press, Malang .

Zahroh, R Dan Istiroha. 2019. Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hematologi. Jakad Publishing, Surabaya.

 

PERMASALAHAN !!!

1.   Mengapa absorbsi obat fibrinolysis yaitu alteplase lebih cepat terjadi pada infark arteri coroner dibandingkan embolit pulmonal ?

2.  Apa faktor yang bisa mempercepat kerja waktu obat fibrinolysis untuk mencapai kadar pucak dan memberikan efek terapi ?

3.  Bagaimana mekanisme absorbsi asam traneksamat bisa menghentikan pendarahan pada ibu yang baru melahirkan ?  


Minggu, 29 November 2020

HEMATOLOGI I (PEMBEKUAN DAN ANTIKOAGULANSIA)

DEFINISI HEMATOLOGI

Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Penyakit dalam bidang hematologi berupa anemia, gangguan pembekuan darah, penyakit infeksi, hemophilia dan leukemia. Gangguan darah ini terjadi karena adanya penyakit, efek samping obat-obatan dan kekurangan nutrisi dalam asupan makanan. Sistem Hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Darah merupakan medium transport tubuh, volume darah manusia sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter.

FUNGSI SISTEM HEMATOLOGI

1.   Sebagai alat pengangkut yang meliputi :

·      Mengangkut gas karbondioksida (CO2) dari jaringan perifer kemudian dikeluarkan paru-paru untuk didistribusikan jaringan yang memelurkan

·      Mengangkut sisa-sisa/ampas dari hasil metabolism jaringan berupa urea, kreatinin dan asam urat

·      Mengangkut sari makanan yang diserap melaluii usus untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh

·      Mengangkut hasil-hasil metabolism jaringan

2, mengatur keseimbangan cairan tubuh

3.  Mengatur panas tubuh

4.  Berperan serta dalam mengatur pH cairan tubuh

5.  Mempertahankan tubuh dari serangan penyakit infeksi

6.  Mencegah pendarahan

KOMPONEN DARAH

1.   Plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah.

Ciri-ciri

keterangan

struktur

-bagian darah yang encer tanpa sel-sel darah

- warnanya bening kekuningan

Zat-zatnya

-Fibrinogen berperan dalam pembekuan darah

- garam-garam mineral (garam kalsium. Kalium, natrium, dan lain-lain) yang berguna dalam metabolisme dan mengadakan osmotic

- protein darah (albumin, globulin) meningkatkan viskositas darah menimbulkan tekanan osmotik untuk memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh

- zat makanan (asam amino, glukosa, lemak, mineral dan vitamin)

- hormon, yaitu suatu zat yang dihasilkan dari kelenjar tubuh

- antibodi

 

 

2.  Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas :

·      Eritrosit : sel darah merah => membawa oksigen ke jaringan tubuh

·      Leukosit : sel darah putih => pertahanan yubuh untuk melawan infeksi

·      Trombosit : butir pembeku darah => membantu proses pembekuan darah

 

ERITROSIT

Ciri-ciri

keterangan

Struktur

- Bentuk bikonkaf dengan diameter sekitar 7 mikron

- Berwarna kuning kemerahan

- Tidak memiliki inti sel, mitokondria dan ribosom

- Tidak bisa bergerak

- Tidak bisa melakukan mitosis, fosforilasi oksidatif sel, atau pembentukan protein.

Lama hidup

Eritrosit hidup selama 74-154 hari.

Jumlah

- Orang dewasa : 11,5-15 gram dalam 100 cc darah.

- Normal Hb wanita : 11.5mg%

- Normal Hb laki-laki : 13,0 mg%

Sifat-sifat

- Normositik : sel yang ukurannya normal

- Normokromik : sel dengan jumlah hemoglobin yang normal

- Mikrositik : sel yang ukurannya terlalu kecil

- Makrositik : sel yang ukurannya terlalu besar

- Hipokromik : sel yang jumlah hemoglobinnya terlalu sedikit

- Hipperkromik : Sel yang jumlah hemoglobinnya terlalu banyak

Antigen

- Antigen A,B dan O

- Antigen Rh

Fungsi

-Mentransfer oksigen ke seluruh jaringan tubuh melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen

- Mengikat oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh

- mengikat karbondioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru-paru

Gambar

 

 

LEUKOSIT

Ciri-ciri

Keterangan

Struktur

- Bentuk dapat berubah-berubah

- Dapat bergerak dengan kaki palsu (pseudopodia)

- Memiliki inti sel

- Berwarna bening (tidak berwarna)

Tempat terbentuk

Disumsum tulang belakang

Golongannya

-Bergranula :

Limfosit T dan B, monosit dan makrofag

-Tidak bergranula :

Eosinophil, basofil dan neutrofil

Fungsi

- Membunuh dan memakan bibit penyakit/bakteri yang masuk ke dalam tubuh jaringan RES (system endotel)

- Mengangkut/membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah

Jumlah

Pada orang dewasa : 4,0-11,0 x 109/l, yang terbagi :

-Granulosit :

-        Neutrophil : 2,5-7,5 x 109

-          Eosinophil 0,04-0,44 x 109

-          Basofil : 0-0,10 x 109

- Limfosit : 1,5-3,5 x 109

- Monosit : 0,2-0,8 x 109

Gambar

 

 

 

TROMBOSIT

Ciri-ciri

Keterangan

Struktur

- Berbentuk cakram bulat, oval, bikonveks

- Tidak berinti

Lama hidup

Hidup sekitar 10 hari

Jumlah

- Jumlahnya antara 150 dan 400 x 109/liter atau (150.000 400.000/milliliter)

- Didalam limpa terkonsentrasi 30-40% dan sisanya bersirkulasi dalam darah

Fungsi

Pembekuan darah

Gambar

 

I. PEMBEKUAN DARAH

Pembekuan darah merupakan bagian perlindungan hemostatis yang mencegah kehilangan darah bila suatu pembuluh rusak. Hemostatis mengacu pada penghentian pendarahan. Pembekuan darah adalah kemampuan darah untuk berubah dari cair menjadi masa semipadat. Pembekuan ini melibatkan perubahan fibrinogen, makrofag yang dapat larut yang terdiri dari rantai-rantai polipeptida, menjadi monomer fibrin dengan kerja thrombin enzim proteolitik.

Homeostatis pada berhentinya pendarahan atau berlangsungnya sirkulasi darah, dibagi menjadi 4 kejadian utama , yaitu :

1.     Vasokonstriksi

2.    Pembekuan plak trombosit hemostatic

3.    Koagulasi darah

4.    Pembentukan bekuan

FAKTOR PEMBEKUAN DARAH 

Mekanisme pembekuan darah :

 

Setelah hemostatis mulai, aktivasi berurutan dari faktor pembekuan darah terjadi. Interaksi antara faktor-faktor ini menyebabkan pembentukan bekuan darah padat, yang menjamin pencegahan kehilangan darah. Tiga reaksi dasar dalam pembekuan darah, yaitu :

1.     Aktivator protrombin dibentuk oleh cara intrinsik atau ekstrinsik dalam merespon paa kerusakan jaringan atau endotel

2.    Aktivator protrombin mengkatalis perubahan prothrombin menjadi trombin

3.    Trombin mengkatalis perubahan fibrinogen yang dapat larut menjadi benang-benang polimer fibrin padat. Benang benang fibrin ini membentuk jarring-jaring dimana plasma, sel-sel darah dan trombosit menempel untuk membuat bekuan.

II.    ANTIKOAGULANSIA

Antikoagulan adalah obat yang dipakai untuk menghambat pembentukan bekuan darah. Antikoagulan dipakai untuk pasien yang memiliki gangguan pembuluh darah arteri dan vena yang membuat mereka berisiko tinggi untuk pembentukan bekuan darah. Gangguan pada vena mencakup trombosis vena dalam dan emboli paru dan gangguan arteri mencakup trombosis koronaria, adanya katup ajntung buatan dan serangan pembuluh darah otak. Untuk gangguan arteri, antiplatelet digunakan obat aspirirn, dipiridamol (persantine) dan sulfinpirazon (autorane).

Faktor antikoagulan dalam darah

Antikoagulan menghambat pembekuan dan penting mempertahankan cairan darah. Suatu antikoagulan dapat dipertimbangkan sebagai suatu faktor yang mencegah pembekuan darah. Faktor yang membantu dalam mencegah pembekuan yaitu :

1.     Lapisan endotel halis pembuluh daraH

2.    Aliran darah cepat melalui suatu area

3.    Protein muatan negative pada permukaan endotel

4.    Substansi antikoagulan dalam darah

Antikoagulan yang paling kuat dalam darah adalah yang membuang kelebihan thrombin yang dibentuk selama pembekuan. Antikoagulan ini adalah benang-benang fibrin dan antitrombin III. Selama pembentukan bekuan 85%-90% thrombin teradsorpsi menjadi benang-benang fibrin. Adsorpsi ini secara efektif mengehentikan kerja thrombin pada fibrinogen. Kelebihan thrombin yang tidak teradsorpsi berikatan dengan protein plasma antitrombin III, yang menghambat efek thrombin pada fibrinogen dan menghentikan aktivitas thrombin.

KELOMPOK OBAT ANTIKOAGULAN

kelompok

Nama obat

Vitamin K antagonis

warfarin

Heparin

-Enoxaparin

- Daltaparin

- Tinzaparin

Faktor Xa inhibitor

- Fondaparinux

- Rivaroxiban

- Apixaban

Direct thrombin inhibitor

- Dabigatran

- Bivalirudin

- Argatroban

Fibrinolitik

- Alteplase

- Reteplase

- Tenecteplase

- Urokinase

WARFARIN

Warfarin adalah anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah sehingga terjadi deplesi faktor II, VII, IX dan X. Warfarin bekerja di hati dengan menghambat karboksilasi vitamin K dari protein prekursornya. Karena waktu paruh dari masing-masing faktor pembekuan darah tersebut, maka bila terjadi deplesi faktor Vll waktu protrombin sudah memanjang. Tetapi efek anti trombotik baru mencapai puncak setelah terjadi deplesi keempat faktor tersebut. Jadi efek anti koagulan dari warfarin membutuhkan waktu beberapa hari karena efeknya terhadap faktor pembekuan darah yang baru dibentuk bukan terhadap faktor yang sudah ada disirkulasi.

Farmakodinamik

Efek antikoagulan dari warfarin berasal dari inhibisi interkonversi siklik vitamin K di liver. Bentuk vitamin K yang tereduksi dibutuhkan untuk karboksilasi faktor II, VII, IX, dan X sehingga faktor-faktor koagulasi ini menjadi bentuk aktif. Maka, tanpa vitamin K tereduksi, faktor-faktor di atas tidak dapat berfungsi sebagai faktor koagulan. Warfarin mengintervensi konversi vitamin K menjadi bentuk yang tereduksi, sehingga warfarin secara tidak langsung mengurangi jumlah faktor-faktor koagulasi tersebut. Dosis terapeutik warfarin mengurangi jumlah faktor koagulan bentuk aktif tergantung vitamin K yang diproduksi oleh liver mencapai hingga 30%-50%.   

Farmakokinetik

Aspek farmakokinetik warfarin terdiri dari aspek absorpsi, distribusi, metabolism, dan eliminasinya.

- Absorpsi, Warfarin diabsorpsi melalui rute oral dan membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapai konsentrasi puncak. Warfarin di absorpsi secara cepat dan komplit. Efek antikoagulasi terjadi dalam 24 jam hingga 72 jam setelah administrasi, waktu puncak efek terapeutik terlihat dalam 5-7 hari setelah terapi inisiasi. Namun, hasil INR sudah ditemukan meningkat dalam 36-72 jam setelah terapi inisiasi. Hal ini terjadi pada terapi inisiasi serta perubahan dosis warfarin karena masih bervariasinya waktu paruh faktor koagulasi yang beredar dalam sirkulasi darah. Durasi satu dosis warfarin dapat bertahan hingga 2-5 hari.

Distribusi, Volume distribusi warfarin adalah 0,14 liter/kg. Warfarin tidak didistribusikan ke dalam air susu. Protein binding 99%.

  - Metabolisme, Warfarin terdiri dari isomer S dan R yang dimetabolisme di liver oleh enzim mikrosomal hepatik (sitokrom P-450) menjadi metabolit inaktif terhidroksilasi dan metabolit tereduksi. Isomer S memiliki potensi efek yang lebih tinggi dari isomer R. Isomer S dimetabolisme oleh enzim CYP2C9 dan isomer R dimetabolisme oleh CYP1A2. Metabolit ini diekskresikan melalui urine, dan dalam jumlah sedikit diekskresikan melalui cairan empedu.

   - Eliminasi, Ekskresi warfarin paling utama lewat urine oleh filtrasi glomerular dalam bentuk metabolit (92%) dan hanya sedikit yang dieksresikan dalam bentuk tidak diubah. Waktu paruh warfarin efektif berkisar 20-60 jam, dengan rata-rata 40 jam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z.Z dan F.Mardiyantoro. 2020. Diagnosis dan Tata Laksana Perdarahan Rongga Mulut. UB Press : Malang.

Doda, D.V., H. Polii., S.R.Marunduh dan I.M.Sapulete. 2020. Buku Ajar Fisiologi Sistem Hematologi. Budi Utama : Yogyakarta.

Handayani, W dan A.S.Haribowo. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Hematologi. Salemba : Jakarta.

Kee,J.L dan E.R. Hayes. 1996. Farmaklogi : Pendekatan Proses Keperawatan. EGC : Jakarta.

Tambayong, J. 2000. Patofisiologi untuk Keperawatan. EGC : Jakarta.

 Zahroh, R dan Istiroha. 2019. Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hematologi. Jakad Publishing : Surabaya.

 

PERMASALAHAN !!!

1.   Mengapa mengkonsumsi obat antikoagulan bisa menimbulkan efek samping berupa mimisan, tubuh menar-memar, ada darah pada urin dan feses dan juga feses berwarna hitam ? apa tindakan harus dilakukan mencegah hal tersebut!

2.  Mengapa pemberian  antikoagulan warfarin pada ibu hamil bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi yang di tandai dengan pembentukan tulang yang abnormal?

3.  Sejauh ini penanganan terhadap penyakit ginjal kronik yang banyak dilakukan adalah hemodialisis. Selama berlangsungnya hemodialisis apakah diperlukan antikoagulasi?jika iya, Apa Antikoagulan yang bisa digunakan untuk pasien ini ?

4.  Saat ini di temukan pasien COVID-19 mengalami pembekuan darah, termasuk pembekuan di pembuluh darah kecil, pembekuan darah di pembuluh darah vena di kaki, dan pembekuan ini bisa menyebabkan stroke. Mengapa hal ini bisa terjadi ? dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan?

 


RHEUMATOID ARTHRITIS

  Definisi Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang memerlukan pengobatan dan control jangka panjang. Penyakit ini ditanda...